Tim Nasional Myanmar



Team sepak bola nasional Myanmar sebagai wakil Myanmar dalam sepak bola internasional pria serta diperintah oleh Asosiasi Sepak Bola Myanmar. [4]
Mau Tahu Serunya Apa Aja di Judi Slots Billionaire?

Itu diketahui untuk team sepak bola nasional Burma sampai 1989, saat Burma bertukar nama jadi Myanmar. Selama saat kemasyhurannya, Burma finish ke-2 di Piala Asia 1968, berperan serta dalam Olimpiade Musim Panas di tahun 1972 serta di Asian Games serta sesudah memenangi Asian Games dua kali; di tahun 1966 serta 1970, serta acara sepak bola Asian Games Tenggara pada lima peluang berturut-turut; di tahun 1965, 1967, 1969, 1971 serta 1973. Tidak ada keterlibatan dalam kwalifikasi Piala Dunia yang dilaksanakan semasa tersisa era ke-20, berperan pada keruntuhan timnas.

Semenjak bertukar nama, prestasi paling tinggi Myanmar ialah medali perak di tahun 1993. Myanmar mainkan kwalifikasi Piala Dunia pertama kalinya pada 2007 di kwalifikasi Piala Dunia 2010, kalah 0–7 serta 0–4 dari Cina.

Burma berperan serta dalam Asian Games 1954 serta memenangi medali perunggu, berdiri di belakang Taiwan (emas) serta Korea Selatan (perak); ini ialah awal dari masa keemasan. Di lain sisi, negara itu tidak diinginkan untuk merebutkan medali di Asian Games type Olimpiade. Disamping itu, delegasi ini jadi team Burma pria pertama yang memenangi medali kontinental. Menantang semua halangan, team Burma melakukan perbaikan usaha 1954 mereka dengan memenangi medali emas di Asian Games, yang diselenggarakan di Bangkok pada tengah 1960-an. Dalam kompetisi itu, Burma menaklukkan Iran dalam laga medali emas.

Tim juara medali Asian Games 1966 menguatkan dianya untuk satu dari dua team paling baik di daerah ini waktu usai untuk runner-up ke Iran di Piala Asia 1968. Sesudah memenangi medali perak di tahun 1968, team sepak bola putra mempunyai performa yang kuat pada awal 1970-an sebab penuhi ketentuan untuk berkompetisi di Olimpiade Musim Panas 1972, yang diselenggarakan di Munich (Jerman Barat), sesudah jadi satu dari tiga finalis di Kompetisi Asia. Walau kalah nyaris di semua laga, beberapa pemain Burma memenangi Fair Play Award. Tahun selanjutnya, negara ini mendapatkan medali emas Olimpiade Asia Tenggara ke-5 beruntun di Kota Singapura (Kuala Lumpur'65, Bangkok'67, Rangoon'69, serta Kuala Lumpur '71).

3 tahun awalnya, timnas kemungkinan menulis bab penting mereka: mereka merampas gelar kontinental untuk ke-2 kalinya beruntun, sesudah Komite Olimpiade Burma kirim pemain sepak bola ke Thailand untuk Asian Games 1970. Burma selanjutnya jadi team sepak bola ke-2 yang memenangi kompetisi Asia 2x. Mereka dipastikan untuk pahlawan nasional di Rangoon, ibukota Myanmar waktu itu, dengan medali emas beruntun ke-2 dalam sepakbola putra.

Semasa masa keemasan ini, Burma membuahkan banyak pemain sepak bola berpotensi. Diantaranya ialah Suk Bahadur yang saat ini dipandang seperti pemain sepak bola Burma paling besar selama hidup atas andilnya yang mengagumkan buat sepakbola Burma.

Semasa beberapa tahun selanjutnya, khususnya sebab permasalahan politik di negara itu, kekuatan faksi nasional untuk menjaga gelar Asia-nya perlahan-lahan menghilang.

1970-an sampai 2010-an: kemerosotan serta perjuangan
Pada beberapa tahun selanjutnya, Burma tidak bisa capai hasil yang sama dengan di jaman keemasan, sebab banyak unsur. Robohnya semua skema sepakbola Burma pada saat pemerintahan Ne Win dan, junta, mempunyai efek negatif pada team sepak bola Burma. Minimnya dana serta infrastruktur yang jelek membuat beberapa pemain Burma tidak dapat bermain di luar negeri, hingga mengakibatkan pensiun. Di saat yang sama, kebangkitan Malaysia, Indonesia, serta terutamanya Vietnam serta Filipina membuat masa keemasan Myanmar menghilang.

Meski begitu, Myanmar sukses memenangi medali perak di Olimpiade Asia Tenggara 1993, sesudah kalah dari Thailand di final, atau Piala Tiger 2004 saat Myanmar memenangi perunggu.

Semenjak 2010-an: kebangkitan
Reformasi Myanmar 2011 sudah jadi point penting untuk mengganti sepakbola Myanmar, yang sudah turun semenjak tahun 1970-an. Semasa masa ini, gelombang baru sepak bola Myanmar sudah datang dengan perkembangan iklim politik Myanmar, sesudah sekian tahun di bawah kekuasaan junta.

Kehadiran Gerd Zeise, seorang manager Jerman, sudah jadi point penting. Di bawah Gerd, sepak bola Myanmar semenjak reformasi sudah melihat perkembangan yang relevan. Team U-20 Myanmar maju ke kompetisi FIFA pertama Myanmar, Piala Dunia FIFA U-20 2015 sesudah ke semi final di Kejuaraan U-19 AFC 2014 untuk tuan-rumah. Pada AFF Suzuki Cup 2016, Myanmar, untuk tuan-rumah, satu kali lagi ke semi final, cuma kalah dari juara pada akhirnya, Thailand.

Antara kesuksesan-kesuksesan ini, masih banyak permasalahan. Kekuatan sepakbola Myanmar ditanyakan sesudah kwalifikasi Piala Dunia 2018 yang bawa malapetaka; sesaat di saat yang sama, banyak team di Asia bangun sesudah sekian tahun di bawah bayang-bayang. Satu kali lagi, Myanmar tidak berhasil maju ke Piala Asia AFC 2019, saat mereka menanggung derita kekalahan 1-5 yang mengagumkan di tangan Kirgistan. Di bawah Antoine Hey, Myanmar alami Kejuaraan AFF 2018 yang tidak berhasil, dengan team tersisih dari set penyisihan group, serta Hey memundurkan diri kemudian.

Popular posts from this blog

Tim Nasional Laos

Tim Nasional Australia