Tim Nasional Kamboja



Team sepak bola nasional Kamboja (Khmer: ក្រុមបាល់ទាត់ ជម្រើសជាតិ កម្ពុជា), dipanggil Angkor Warriors [5] atau Kouprey Kampuchea, sebagai wakil Kamboja dalam sepak bola internasional serta dikontrol oleh Asosiasi Sepak Bola Kamboja (FFC) [6] yang disebut sisi dari Konfederasi Sepak Bola Asia serta AFF sub-konfederasi.
Diketahui untuk team sepak bola nasional Republik Khmer dari 1970 sampai 1975, team ini tempati posisi ke-4 di Piala Asia 1972, yang tetap untuk prestasi paling besar Kamboja dalam pertandingan internasional. Team ini dibangun di tahun 1933 serta masuk dengan barisan FIFA di tahun 1953.

Piala Asia AFC 1972
Semasa kompetisi untuk Republik Khmer, Kamboja salah satu timnas paling baik di Asia. Untuk Republik Khmer, mereka maju ke semi-final, selanjutnya ditaklukkan oleh Iran serta Thailand, serta memenangi tempat ke-4 keseluruhannya. Itu masih untuk prestasi paling besar Kamboja dalam kompetisi internasional.

1990-an sampai 2010-an
Sesudah beberapa dasawarsa perang, dimana melihat genosida Khmer Merah serta invasi Vietnam yang selanjutnya menjatuhkan Khmer Merah, Kamboja kembali pada sepak bola internasional di tahun 1993. Kompetisi pertama Kamboja untuk team baru ialah Piala Tiger, dimana Kamboja ditaklukkan dalam semua empat laga. Dalam kompetisi ini, walau Kamboja ialah yang terlemah antara semua team yang berperan serta dalam kompetisi, Kamboja memperlihatkan semangat sepakbola yang tinggi. Tetapi, dalam kompetisi beruntun, Kamboja gagal serta mereka tidak dapat bermain dengan semangat tinggi seperti dahulu. Meski begitu, Kamboja masih melahirkan apakah yang bisa menjadi salah satunya bakat sepakbola Kamboja dalam riwayat mudanya, Hok Sochetra.

Kamboja masih ketinggalan sepanjang tahun.

Sepak bola Kamboja sudah melihat kebangkitan sesudah beberapa dasawarsa ada di bawah bayang-bayang. Kebangkitan Kamboja sudah diawali dengan kehadiran Le-hoon Korea Selatan, yang sudah mengenalkan perubahan sepakbola yang relevan di Kamboja, dengan perkembangan strateginya, dan peningkatan pemuda serta promo beberapa anak muda Kamboja ke timnas, sudah diberi keinginan untuk perkembangan Kamboja. Di team ini, team mempunyai banyak bakat muda baru, khususnya Chan Vathanaka, pemain Kamboja pertama yang bermain sepak bola karieronal di luar Kamboja, serta fansnya bertambah bersamaan dengan perolehannya. Kamboja satu kali lagi memperlihatkan semangat penuh sepak bola, walau semasa step kwalifikasi Piala Dunia 2018, Kamboja tidak menulis kemenangan benar-benar.

Semasa kwalifikasi Piala Asia 2019, Kamboja sudah mengurus apakah yang dapat jadi prestasi paling besar Kamboja, saat mereka menaklukkan Afghanistan, yang ada di rangking 158 ​​pada saat itu, di atas Kamboja yang ada di rangking 174, serta telah menaklukkan Kamboja 2x dalam kwalifikasi Piala Dunia, 1-0. di dalam rumah. Itu masih dipandang seperti performa paling baik Kamboja dalam riwayat sepakbola modernnya.

Prestasi terbesarnya ialah memperoleh tempat ke-4 di Piala Asia 1972. Ia belum pernah penuhi ketentuan untuk Piala Dunia serta terkadang belum tercatat untuk playoff.

Sesudah 2004 team kembali lagi penuhi ketentuan untuk Kejuaraan Asia Tenggara (awalnya disebutkan Piala Tiger), saat ini di tahun 2016, team penuhi ketentuan dengan score prima dalam kategorisasi, memenangi 3 laga mereka, 2-1 pertama menantang Laos, ambil berturut-turut. Menampik kekalahan berturut-turut menantang team itu, selanjutnya mereka menaklukkan Brunei 3-0, serta untuk lengkapi kategorisasi mereka, mereka menang 3-2 menantang Timor Timur serta kembali pada Kejuaraan Asia Selatan sesudah 8 tahun serta 4 edisi kejuaraan itu, Ia akan bermain di Group B bersama-sama Myanmar lokal, serta menantang Malaysia serta Vietnam.

Popular posts from this blog

Tim Nasional Laos

Tim Nasional Myanmar

Tim Nasional Australia