Tim Nasional Singapura



Team sepak bola nasional Singapura sebagai wakil negara kota Singapura dalam sepak bola internasional pria senior serta diorganisir oleh Perkumpulan Sepak Bola Singapura (FAS), tubuh sepak bola Singapura.
Kesuksesan yang sangat relevan dari team sudah tiba di Kejuaraan AFF regional, yang sudah dimenangi Singapura 4x di tahun 1998, 2004-05, 2007, serta 2012. Singapura ialah team pertama yang capai prestasi ini serta salah satu team yang menang di semua final yang mereka mainkan. Di tahun 1998, Singapura menaklukkan Vietnam 1-0 di final untuk merampas gelar sepak bola internasional penting pertama negara itu. Dalam pertandingan 2004-05, Singapura menaklukkan Indonesia dalam final dua leg 5-2 dengan cara agregat. Singapura menjaga piala pada 2007, menaklukkan Thailand 3-2 dengan cara agregat di final. Pada 2012, Singapura memenangi piala rekor ke-4 kalinya, satu kali lagi menaklukkan juara 3x Thailand 3-2 dengan cara agregat di final.

Dalam kwalifikasi Piala Asia 2007 AFC, Singapura jadi salah satu team yang menaklukkan Irak dimana Irak sedang diperjalanan ke arah kampanye juara Piala Asia mereka. Singapura bermain seri dengan China 0-0 serta 1-1 di kandang semasing pada 2006 serta 2009. Pada bulan Maret 2008, Australia tidak berhasil menaklukkan Singapura saat laga usai seimbang tanpa ada gol.

Pada Januari 2007, Singapura capai rekor nasional menang 11-0 menantang Laos di Kejuaraan AFF 2007. [6] Mohd Noh Alam Shah cetak 7 gol dalam laga. [6]

Dalam Rangking Dunia FIFA, tempat paling tinggi Singapura ialah dalam launching pertama dari beberapa angka, pada Agustus 1993, pada 73. [7] Singapura ialah 'Mover of the Year' Konfederasi Sepak Bola Asia pada 2005.

Saingan penting Singapura di panggung internasional ialah tetangga geografis mereka, Malaysia serta Indonesia, serta beberapa pertandingan awalnya di antara ke-2 team ini sudah membuahkan banyak drama. Sepanjang tahun, Singapura sudah masukkan beberapa masyarakat yang dinaturalisasi ke teamnya seperti Fahrudin Mustafić dari Yugoslavia, Daniel Bennett dari Inggris, Shi Jiayi serta Qiu Li dari Tiongkok. Singapura sekarang ini ialah team rangking ke-165 di dunia pada Oktober 2018.

Di tahun 1892, Perkumpulan Sepak Bola Amatir Singapura mendaftarkan menjadi warga tercatat. Piala HMS Malaya (yang selanjutnya diketahui untuk Piala Malaysia) dikeluarkan di tahun 1921 oleh petugas dari kapal perang Inggris di Malaya, serta Singapura salah satu dari enam team yang ikut dalam tahun pertamanya, serta memenangi acara itu. Sesaat team perwakilan di Piala Malaysia serta Liga Malaysia bukan timnas per se - team ini termasuk juga beberapa pemain asing - banyak fans sepak bola Singapura melihat team Piala Malaysia untuk timnas, serta pemanfaatan team di pertandingan Malaysia biasanya menarik semakin banyak perhatian dibanding keterlibatan Singapura dalam kompetisi internasional yang lain. [rujukan?] Mereka baik menang atau runner up di acara itu tiap tahun sampai 1941, kemudian dibatalkan sebab Perang Dunia II.

Keseluruhannya, Singapura memenangi 24 gelar Piala Malaysia serta dua gelar Liga Malaysia. Sesudah memenangi Piala Malaysia serta liga ganda di tahun 1994, Perkumpulan Sepak Bola Singapura menarik diri dari pertandingan Malaysia sesudah konflik dengan Perkumpulan Sepak Bola Malaysia tentang akseptasi gerbang. Singapura selanjutnya mengeluarkan liga karieronalnya sendiri, S.League, di tahun 1996, dan mulai semakin konsentrasi pada performa team nasionalnya di pertandingan internasional.

Di saat itu, Singapura jadi tuan-rumah pertama serta selama ini, salah satu pertandingan internasionalnya, Piala Asia AFC 1984. Team tersisih dari set penyisihan group dengan empat point, kemenangan 2-0 atas India serta hasil seimbang 0-0 mengagetkan buat raksasa Iran.

1995–1999
Singapura memenangi medali perunggu di Asian Games 1995 Tenggara, sesudah kalah 0-1 di semi-final tuan-rumah serta pada akhirnya peraih medali emas, Thailand. Singapura jadi tuan-rumah Kejuaraan AFF 1996 tapi tersisih di set group.

Timnas kembali lagi capai semi final Asian Games Tenggara di tahun 1997, kalah dari Indonesia, serta kalah dari Vietnam 0-1 pada laga tempat ke-3.

Tetapi, dalam AFF Championship edisi 1998, team Singapura yang diperintah oleh pelatih Barry Whitbread memenangi set penyisihan group dengan kemenangan atas Malaysia serta Filipina. Di semi-final, mereka menaklukkan Indonesia dan menaklukkan tuan-rumah Vietnam 1-0 di final. Ini ialah gelar internasional pertama negara itu.

2000–2002
Jan B. Poulsen, yang disebut sisi dari staf ruangan belakang Denmark di Piala Dunia 1998, diangkat untuk Direktur Tehnis Perkumpulan Sepak Bola Singapura di tahun 1999. Sebab hasil yang jelek oleh Singapura di Kejuaraan AFF 2000, pelatih Vincent Subramaniam dikeluarkan serta Poulsen menggantikan untuk pelatih pada Desember 2000. Singapura jadi tuan-rumah Kejuaraan AFF 2002, tapi kalah 0–4 dari lawan bebuyutan Malaysia dalam laga pertama mereka. Sebelum laga, koran lokal The New Paper menggerakkan beberapa fans untuk ada dalam jumlah. Sesudah laga, Lions menyambungkan kekalahan besar mereka dengan keramaian besar yang tidak tersangka. Singapura selanjutnya menang 2-1 atas Laos, tapi hasil seimbang 1-1 dalam laga group paling akhir menantang Thailand masih kurang buat mereka untuk capai set skema luruh. Poulsen dikeluarkan sesudah kompetisi.

2003–2004 (Kejuaraan AFF)
Radojko Avramović menggantikan untuk pelatih team sepak bola nasional Singapura yang tidak berhasil serta kempes pada Juli 2003. Singapura mengawali Kejuaraan AFF 2004 untuk tidak diunggulkan tapi bermain seri 1-1 dalam laga pertama mereka menantang tuan-rumah Vietnam, seimbang menantang Indonesia, serta menang menantang Kamboja serta Laos lihat mereka maju ke semi final.

Singapura ditarik menantang Myanmar di semi final dua leg. Singapura pimpin 4–3 jauh di kandang untuk putaran kedua. Di putaran kedua yang ganas, tiga pemain Myanmar dikeluarkan serta seorang kiper Myanmar serta lemparkan botol air ke bek S. Subramani. Singapura selanjutnya menang 4-2 sesudah waktu perpanjangan untuk kemenangan agregat 8–5.

Singapura selanjutnya memenangi putaran pertama final dua leg menantang Indonesia 3-1 di Jakarta, sebelum menang 2-1 (agregat 5-2) di putaran kedua di muka 55.000 pemirsa tuan-rumah.

Popular posts from this blog

Tim Nasional Laos

Tim Nasional Myanmar

Tim Nasional Australia